Cara memperkenalkan Blog 1.Mempromosikan Blog Melalui Search Engine.
Cara yang paling Praktis adalah menggunakan Auto Web Submiter. Ada banyak layanan Gratis yang menyediakan layanan untuk pendaftaran. Kita bisa mencarinya sendiri di Search Engine atau tanya kapada Paman Google. Untuk memudahkan dalam mendaftar, saya sarankan menggunakan layanan Mypagerank. Layanan lain yang dikhususkan dalam Pencarian Blog diantaranya Google Blog Search (http://www.Blogsearch.google.com) dan juga Blogdigger (http://www.Blogdigger.com).
2.Komentar pada Blog lain.
Beri komentar pada blog yang dikunjungi, cara ini cukup akurat dalam mempromosikan Blog kita. Biasakan komentar yang positif dan membangun pada blog orang lain, isi buku tamu, online Chat atau tagboard kalau memang tersedia. Beri komentar yang berbobot dan Jangan melakukan Spamming.
3.Bergabung dengan Forum/ Mailing List.
Cara ini membina Relationship antar Blogger. Cari Forum yang sesuai dengan Topik Blog kita. Beri komentar dan menjawab semua Persoalan yang baik di Forum dan Jangan melakukan spamming.
4.Bertukar Link.
Cari Blog yang sudah mempunyai Ranking yang baik, selain meninggalkan jejak, hal ini akan membuat blog kita ter-index oleh search engine. Bertukar Link juga berguna sebagai media pengingat Blog yang pernah dikunjungi. Hindari Perasaan buruk, dendam, kesal, atau marah, bila tidak ada link balik. Berfikir positiflah, mungkin sedang sibuk atau lupa.
5.Publikasi melalui Email
Cara ini cukup Efektif untuk mempublikasikan Blog kita. Misalnya kita mengirim Email kepada teman, saudara, rekan bisnis/ kerja. Cukup berikan alamt Blog sebagai informasi, tanpa memaksa agar mengunjungi blog kita.
6.Menghindari penggunaan SPAM.
Spam adalah tindakan mempromosikan situs/ blog tanpa mempedulikan waktu dan tempat. Pastikan rempat kita berpromosi sesuai dengan promosi yang kita berikan. Kalau tidak sesuai, pikirkan lagi jalan keluar yang baik agar orang menyukai Promosi kita.
7.Penggunaan Bahasa pada Blog.
Cara lain yang mendukung Promosi Blog adalah Penggunaan Bahasa pada Blog. Ingat, Pembaca Blog bukan saja orang Indonesia, tetapi hampir semua orang di dunia. Ada baiknya kita menggunakan Bahasa Inggris, Selain bisa dimengerti pembaca luar, juga mudah dimengerti Mesin Pencari. Lanjut kursus TOEFLnya yo…
8.Pasang Iklan pada Dunia Nyata.
Aneh dan lucu? Hal ini memang jarang dilakukan Blogger, tapi cara offline inipun bisa menjadi alternatif. Kita bisa Promosikan lewat media papan Pengumuman di kampus, Kantor, lewat SMS, atau media cetak.
9.Daftarkan Blog pada layanan Pihak Ketiga.
Layanan Pihak ketiga memungkinkan Blog kita lebih dikenal luas diseluruh dunia. Beberapa yang terbaik dalam melakukan Promosi adalah:
Technorati http://www.technorati.com.
Blog Pulse http://www.blogpulse.com
Ice Rocket http://www.icerocket.com
Blog Digger http://www.blogdigger.com
Daypop http://daypop.com
Sebuah record rekaman disusun oleh beberapa field. Tiap field berisi data dari tipe dasar / bentukan tertentu. Record mempunyai kelebihan untuk menyimpan suatu sekumpulan elemen data yang berbeda-beda tipenya (di banding array). Contoh , sebuah record dengan empat buah field.
Cara pendeklarasian dari record adalah sbb:
• Mendefinisikan tipe dari record (jumlah field, jenis tipe data yang dipakai), • Mendefinisikan variabel untuk dilakukan operasi. SYNTAX type nama_record = record identifier_1 : tipe_data_1; : : identifier_n : tipe_data_n; end; var variabel : nama_record; Contoh. type Data_mahasiswa = record Nama : string; Usia : integer; Kota : String; Kodepos : integer; end; Var x: Data_mahasiswa; 1. Pengaksesan Elemen Record Nama variable disertai nama field. x.Nama x.Usia x.Kota x.Kodepos Contoh. program RECORD_INTRO; type tanggal = record bulan, hari, tahun : integer; end; var waktu : tanggal; begin waktu.hari :=25; waktu.bulan:=09; waktu.tahun:= 1983; writeln('hari ini adalah ',waktu.hari,':',waktu.bulan,':', waktu.tahun) end. 2. Pengunaan With … do Pernyataan with untuk lebih menyederhanakan pengaksesan field-field pada record. Pemrograman dapat mengakses field cukup dengan menyebutkan nama field-nya saja. Misalkan pernyataan : x.Nama x.Usia x.Kota x.Kodepos menjadi with x do Begin Nama Usia Kota Kodepos end Contoh. program RECORD_INTRO; type tanggal = record bulan, hari, tahun : integer; end; var waktu : tanggal; begin {program utama} with waktu do {mulai with} begin hari :=25; bulan:=09; tahun:=1983; writeln('hari ini adalah ',hari,':',bulan,':', tahun) end {akhir with} end. 3. Array dari Record Suatu array dapat juga berisi record contoh suatu deklarasi record tanggal. type tanggal = record bulan, hari, tahun : integer; end; var waktu : tanggal; kemudian kita membentuk suatu array dari record ini, namakan birthdays. var birthdays : array[1..10] of tanggal; pernyataan ini akan membentuk suatu array dengan 10 elemen. Dimana tiap elemen adalah sebuah record tanggal, yaitu, terdiri atas bulan, hari, tahun dengan tipe data Integer. Digambarkan seperti berikut: Contoh Pemberian nilai awal dari masing-masing elemen birthdays: Birthdays[1].hari :=25; Birthdays[1].bulan:=09; Birthdays[1].tahun:=1983; 4. Record di dalam Record Record bisa berisi record lain sebagai field. Seperti contoh record tanggal dan jam dikombinasikan menjadi sebuah record saat ini, type tanggal = record bulan, hari, tahun : integer; end; type waktu =record jam, menit, detik : integer; end; type waktu_ini =record tanggal_ini : tanggal; waktu_ini : waktu end; Kemudian kita perlu membuat variabel kerja var saat_ini : waktu_ini; pemberian nilai akan terjadi seperti di bawah ini: saat_ini.tanggal.bulan:= 11; saat_ini.tanggal.hari:= 2; saat_ini.tanggal.tahun:= 1985; saat_ini.waktu.jam:= 3; saat_ini.waktu.menit:= 3; saat_ini.waktu.detik:= 33;
Matrik Sebagai perwujudan dari array dua dimensi, operasi aritmatika seperti penjumlahan, perkalian, dan pengurangan bisa dilakukan. Contoh. - Mendefinisikan Elemen Program OPERASI_MATRIK; uses wincrt; type matrik=array[1..100,1..100] of real; var m,n, p, q: integer; {dimensi dari matrik} A,B,C: matrik; {matrik A, B sebagai input, C sebagai hasil}
- Membaca Elemen Matrik procedure bacamatrik(var A:matrik; m,n:integer); var i,j: integer; {faktor pengulang} begin {read} for i:=1 to m do begin {do} for j:=1 to n do read(A[i,j]); readln; end; {do} end; {read} - Menampilkan Elemen Matrik procedure tulismatrik(A:matrik; m,n:integer); var i,j: integer; {faktor pengulang} begin {write} for i:=1 to m do begin {tiap baris} writeln; for j:=1 to n do write(A[i,j]:6:2); end; {tiap baris} writeln; end; {write} - Penjumlahkan Matrik procedure check_matrik(A,B,C:matrik; m,n,p,q:integer); var i,j :integer; begin if (m=p) and (n=q) then begin for i:=1 to m do begin for j:=1 to n do begin C[m,n]=A[m,n]+B[m,n]) end; end; end else writeln('DIMENSI MATRIK TIDAK COCOK') end; - Pengurangan Matrik procedure check_matrik(A,B,C:matrik; m,n,p,q:integer); var i,j :integer; begin if (m=p) and (n=q) then begin for i:=1 to m do begin for j:=1 to n do begin C[m,n]=A[m,n]- C[m,n]) end; end; end else writeln('DIMENSI MATRIK TIDAK COCOK') end;
-. Perkalian Matrik procedure perkalian_matrik(A,B,C:matrik; m,n,p,q:integer); var i,j, k :integer; C1: matrik; begin if (n=p) then begin for i:=1 to m do begin for j:=1 to p do begin {inner product} C1[i,j]:=0; for k:=1 to n do C1[i,j]:=C1[i,j]+A[i,k]*B[k,j]; end; {inner product} end; n:=q; for i:=1 to m do for j:=1 to n do C[i,j]:=C1[i,j]; end else writeln('DIMENSI MATRIK TIDAK COCOK') end; - Transpose Matrik procedure Transpose(A,B:matrik; m,n,p,q:integer); var i,j:integer; begin for i:=1 to n do begin for j:=1 to m do begin B[m,n]=A[n,m] end; end; end; -. Mencari Elemen yang Kosong pada Matrik procedure CHECK_ZERO_ELEMEN(A,matrik; m,n:integer); var i,j:integer; begin for i:=1 to m do begin for j:=1 to n do begin if B[m,n]= 0 then writeln (‘terdapat elemen yang kosong’) else writeln (‘tidak terdapat elemen yang kosong’) end; end; end;
Operasi pada Array Sifat masing-masing elemen array mengikuti jenis data yang dimilikinya, untuk array dengan tipe bilangan integer atau real kita bisa melakukan berbagai standar operasi aritmatika seperti penjumlahan, perkalian, pengurangan, dsb. Yang perlu di garis bawahi, bahwa sifat dari array dimanfaatkan untuk operasi matrik.
a. Mencari Harga Tertentu pada Array Mencari suatu elemen data di dalam suatu data merupakan suatu kejadian yang sering kita alami, contoh: mencari nama mahasiswa dari daftar presensi. Pencarian beruntun (sequence), merupakan suatu teknik untuk mencari suatu elemen dalam suatu sistim yang lebih besar. Contoh. Misal array A[8], dengan elemen sbb: A 60 12 76 23 11 42 18 42 Untuk mencari apakah bilangan x=11 ada didalam tabel maka dilakukan pemeriksaan terhadap : 60 12 76 23 11
b. Mencari Harga Maksimum pada Array Misal array di atas kita cari harga yang tertinggi, maka kita perlu menentukan nilai tertinggi dahulu sebelum melakukan pencarian ; diawali dengan nilai maksimum=0
c. Mencari Harga Minimum pada Array Misal array di atas kita cari harga yang terendah, maka kita perlu menentukan nilai terendah dahulu sebelum melakukan pencarian ; diawali dengan nilai maksimum=3200
Array Multidimensi Dalam array multidimensi terdiri atas baris (row) dan kolom (column). Index pertama adalah baris dan yang kedua adalah kolom . SYNTAX Type nama_array =ARRAY[bawah..atas, bawah..atas] of tipe_data; var variabel_array : nama_array; atau dengan menggunakan statemen var : SYNTAX var variabel_array : ARRAY[bawah..atas, bawah..atas] of tipe_data; Pernyataan berikut membentuk suatu array integer dengan nama bilangan , 10 x 10 elemen (100). type matriks = ARRAY [1..10, 1..10] of integer; var AKU: matriks;
untuk memasukkan tiap elemen maka, diperlukan suatu procedure dengan mempergunakan struktur pengulangan for ...do tersarangseperti berikut: procedure ISI_MATRIK(AKU:matriks; m,n:integer); var i,j: integer; {faktor pengulang} begin for i:=1 to m do begin for j:=1 to n do begin read(A[i,j]); end; readln ;{ini memungkinkan kita menulis tiap baris elemen} end; untuk menampilkan tiap elemen maka, digunakan struktur pengulangan for ...do tersarang seperti berikut procedure TULIS_MATRIK(AKU:matriks; m,n:integer); var i,j: integer; {faktor pengulang} begin for i:=1 to m do begin for j:=1 to n do begin write(A[i,j]:6); end; writeln ; {ini memungkinkan kita menulis elemen dalam baris dan kolom } end; end;
Array Satu Dimensi Pernyataan di atas merupakan penjelasan tentang array dengan satu dimensi. Pendefinisian array secara umum adalah sebagai berikut: jika kita ingin membuat beberapa array dengan tipe/jenis yang sama, kita lebih baik jika mendeklarasikan dengan type selanjutnya dengan deklarasi var. SYNTAX Type nama_array = ARRAY[bawah..atas] of tipe_data; var variabel_array : nama_array;
atau dengan menggunakan statemen var :
var variabel_array : ARRAY[bawah..atas] of tipe_data; Penjelasan: Bawah dan Atas menyatakan batas untuk array. tipe_data adalah merupakan tipe variabel yang dipunyai array (mis. Integer, char, real, dsb) Contoh: type intarray = ARRAY [1..20] of integer; Pernyataan diatas adalah pernyataan untuk membentuk suatu array bernama intarray,yang berisi 20 tempat untuk bilangan integer. Setiap posisi disebut elemen, yang menyimpan suatu bilangan integer.langkah berikutnya adalah membuat suatu variabel kerja dengan tipe intarray yaitu, var numbers : intarray; kita bisa melakukan operasi pada setiap elemen dari numbers secara individual. Contoh kita bisa memberi nilai pada suatu elemen array seperti berikut: numbers[2] := 10;
perintah ini memberikan suatu nilai integer 10 pada elemen ke-2 dari array numbers. Nomor dari elemen ditempatkan didalam kurung tegak. Contoh berikut adalah merupakan array yang menyimpan variabel-variabel integer. Data dengan tipe integer hanya bisa dimasukkan satu persatu, kemudian baru bisa ditampilkan di monitor secara bersamaan
Contoh a. program INT_ARRAY; uses wincrt; const N=10; type int_array = ARRAY [1..N] of integer; var bil : int_array; indeks : integer; BEGIN writeln('masukkan sepuluh bilangan integer.'); for indeks := 1 to 10 do begin readln(bil[indeks]); { loop untuk memasukkan elemen array } end; writeln('Isi dari array ini adalah'); { tampilkan setiap elemen } for indeks := 1 to 10 do begin writeln('bil[', indeks:2,'] adalah ',bil[indeks] ); end END. Contoh b. program contoh_ARRAY; uses wincrt; var a : array[1..10] of byte;{maksimum jumlah elemen=10} begin a[1]:=10; a[2]:=15; a[3]:=a[1]+a[2]; writeln(a[1]); writeln(a[2]); writeln(a[3]); end.
ARRAY (LARIK) Suatu array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks. Setiap elemen array mampu untuk menyimpan satu jenis data (yaitu: variabel). Suatu array dinyatakan dengan type, sehingga variabel yang bekerja akan dinyatakan dengan: contoh type A = array [1..10] of integer; 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Secara logika pendefinisian array di atas merupakan sekumpulan kotak , dimana tiap kotak mempunyai nilai indeks integer 1, 2, 3, ...,9, 10 tiap elemen array ditandai dengan: A[1], A[2], A[3], A[4], A[5], A[6], A[7], A[8], A[9], A[10]
Sifat Array Array merupakan struktur data yang statis, yaitu jumlah elemen yang ada harus ditentukan terlebih dahulu dan tak bisa di ubah saat program berjalan. Untuk menyatakan array dalam PASCAL kita harus terlebih dahulu: Mendefinisikan jumlah elemen array, Mendefinisikan tipe data dari elemen array
Tipe Data Terstruktur tipe ini terdiri atas : array, record, set, dan file. String adalah tipe data jenis array, tetapi karena string memiliki kekhasan tersendiri sebagai array dari karakter maka penulis perlu memberikan penjelasan tersendiri. Sedangkan untuk array, record, dan file perlu dijelaskan dalam bab yang lain karena agak banyak hal-hal yang perlu dibahas. a. Tipe Data String merupakan suatu data yang menyimpan array (larik), sebagai contoh 'ABCDEF' merupakan sebuah konstanta string yang berisikan 6 byte karakter. Ukuran Tempat untuk tipe data ini adalah 2 s/d 256 byte, dengan jumlah elemen 1 s/d 255. String dideklarasikan dengan string [ konstanta ] atau string. Bila ukuran string tidak didefinisikan maka akan banyak memakan ruang, karena ukuran string menyesuaikan dengan defaultnya. Misalkan var kata: string [20]; atau var kata: string; karena string merupakan array dari karakter. Maka kata[1] merupakan karakter pertama dari string, kemudian kata[2], merupakan elemen kedua, dst.
Tipe dta sederhana, merupakan tipe data dasar yang sering dipakai oleh program, meliputi: integer (bilangan bulat), real (bilangan pecahan), char (alphanumerik dan tanda baca), dan boolean (logika). Untuk data integer dan real masing-masing terbagi menjadi beberapa kategori a. Bilangan Integer merupakan tipe data berupa bilangan bulat, contoh bilangan integer adalah: 34 6458 -90 0 1112 Penggolongan tipe data integer tersebut dimaksudkan untuk membatasi alokasi memori yang dibutuhkan misalkan untuk suatu perhitungan dari suatu variabel bilangan diperkirakan nilai maksimumnya 32767 kita cukup mendeklarasikan variabel bilangan sebagai integer (2 byte), daripada sebagai longint(4 byte). Di dalam kompilernya, Pascal menyediakan konstanta untuk bilangan Integer yaitu: MaxInt and MaxLongInt, pemrogram bisa menggunakannya di dalam programnya tanpa harus terlebih dahulu mendefinisikannya.
b. Bilangan Real Bilangan real atau nyata merupakan jenis bilangan pecahan, dapat dituliskan secara biasa atau model scientific . Contoh bilangan real: 34.265 -3.55 0.0 35.997E+11, dimana E merupakan simbol perpangkatan 10. Jadi 452.13 mempunyai nilai sama dengan 4.5213e2.
c. Char Tipe data ini menyimpan karakter yang diketikkan dari keyboard, memiliki 266 macam yang terdapat dalam tabel ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Contoh: 'a' 'B' '+', dsb. Yang perlu diingat bahwa dalam menuliskannya harus dengan memakai tanda kutip tunggal. Jenis data ini memerlukan alokasi memori sebesar 1(satu) byte untuk masing-masing data. d. Tipe Data Boolean merupakan tipe data logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE (benar) atau FALSE (salah). Turbo Pascal for Windows memiliki tiga macam jenis ini yaitu: Boolean, WordBool, dan LongBool. Tipe boolean memakai memori paling kecil, sedangkan WordBool dan LongBool dipakai untuk menulis program yang sesuai dengan lingkungan Windows.
a. Identifier umum Merupakan identifier yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram. Pemrogram mempunyai kebebasan untuk menentukan nama identifiernya, dengan syarat nama tersebut tidak sama dengan identifier standar dan reserved word yang akan dibahas lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah kesalahan yang bisa timbul akibat tumpang tindih identifier dalam program.
b. Identifier Standar (Baku) Merupakan identifier yang didefinisikan oleh pembuat kompiler Pascal. Biasanya pembuat kompiler menyediakan suatu library yang sudah ada didalam kompiler. Library berisi berbagai procedure, fungsi atau unit yang sudah siap pakai. Misalnya Turbo Pascal Windows 1.5 memiliki suatu unit untuk memproses output yaitu wincrt, gotoxy, yang dengan mudah bisa dipakai oleh programmer di dalam menuliskan kode-kode programnya. Dinamai Identifier Standar karena suatu kompiler tidak harus memilikinya, masing-masing kompiler dimungkinkan mempunyai identifier yang berbeda untuk suatu tugas yang hampir sama. Misalnya Turbo Pascal versi DOS menggunakan crt untuk melakukan fungsi yang sama dengan wincrt (TPW 1.5). c. Identifier "reserved word", yaitu yang sudah didefinisikan dan digunakan oleh bahasa PASCAL sendiri (Kita tidak bisa menamai identifier kita dengan ini). Deklarasi Variable: Mendeklarasikan varibel adalah: a. Memberikan nama variabel sebagai identitas pengenal b. Menentukan tipe data variabel Contoh deklarasi variabel: var K : integer; R : real; C : char; T : boolean; Beberapa identifier yang sejenis bisa dideklarasikan bersamaan. var i, j, k : integer;{Variabel i, j dan k sebagai integer} namaMHS, alamatMHS : char; {Nama dan alamat mahasiswa } Deklarasi Konstanta: Mendeklarasikan konstanta adalah: a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal b. Menentukan nilai konstanta Contoh deklarasi konstanta: const MaximumSize = 100; {integer } ExitCommand = 'Q'; {char }
Pascal mempunyai struktur sebagai berikut: 1. Bagian Judul Program
2. Bagian Deklarasi a. Deklarasi tipe data (TYPE) b. Deklarasi variabel (VAR) c. Deklarasi konstanta (CONST) d. Deklarasi label (LABEL) e. Deklarasi sub-program (PROCEDURE dan FUNCTION)
3. Bagian Program Utama Perintah-perintah. Teks Pascal setidaknya memiliki bagian Judul Program, bagian Deklarasi, dan Bagian Program Utama yang berupa perintah-perintah. Sedangkan untuk bagian deklarasi menyesuaikan dengan isi dari program itu sendiri. Contoh program PASCAL: program TAMBAH_00; { Menjumlahkan dua bilangan yang nilainya diberikan dalam perintah} var X, Y, Z: integer; { Deklarasi variabel X,Y dan Z sebagai bilangan bulat } BEGIN { Program Utama Mulai } X := 50; { Perintah memberikan nilai 50 pada var. X } Y := 25; { Perintah memberikan nilai 25 pada var. Y } Z := X + Y; { Perintah menjumlahkan X dan Y serta menyimpan hasilnya ke Z} END. { Akhir Program Utama } Pada contoh ini nilai X dan Y tidak bisa sembarang, karena didefiniskan tertentu. Agar nilai X dan Y bisa bebas ditentukan, nilai X dan Y dibaca dari default input. program TAMBAH_01; { Menjumlahlan dua buah bilangan yang dibaca dari default input } var X, Y, Z: integer; { Deklarasi variabel X,Y dan Z sebagai bilangan bulat } BEGIN { Program Utama Mulai } read(X); { Membaca nilai X lewat key-board } read(Y); { Membaca nilai Y lewat key-board } Z := X + Y; { Menjumlahkan X dan Y serta menyimpan hasilnya ke Z } write(Z); { Menyajikan Z ke layar monitor } END. { Akhir Program Utama }
Dasar Bahasa PASCAL Unsur-unsur Pemrograman a. Mendapatkan data dengan membaca data dari default input (key board, file atau sumber data lainnya). b. Menyimpan data ke dalam memori dengan struktur data yang sesuai, c. Memproses data dengan instruksi yang tepat. d. Menyajikan atau mengirimkan hasil olahan data ke default output (monitor, file atau tujuan lainnya).
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum
|